Inilah Pertunjukan Literatur Yang Terdapat di India

Inilah Pertunjukan Literatur Yang Terdapat di India – Festival Sastra Jaipur, atau JLF, adalah festival sastra tahunan yang berlangsung di kota India Jaipur setiap bulan Januari. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2006. Ini adalah festival sastra gratis terbesar di dunia.

The Diggi Palace Hotel berfungsi sebagai tempat utama festival, dengan sesi yang diadakan di Hall of Audience dan di seluruh taman Istana Diggi di pusat kota. sbobet88

Sutradara festival adalah penulis Namita Gokhale dan William Dalrymple dan diproduksi oleh Sanjoy Roy dari Teamwork Arts. Surina Narula adalah Pendiri Sponsor dan Penasihat Festival untuk festival sastra. Festival ini adalah Inisiatif dari Jaipur Virasat Foundation (JVF) yang didirikan oleh Faith Singh, yang awalnya sebagai bagian dari Jaipur Heritage International Festival pada tahun 2006, dan berkembang menjadi festival sastra berdiri bebas yang berdiri di atas kakinya sendiri di 2008. Direktur Komunitas JVF Vinod Joshi adalah penasihat regionalnya. Semua acara di festival ini gratis dan tidak ditilang.

Pada 2012, sejumlah peristiwa terjadi terkait dengan kontroversi Salman Rushdie dan Satanic Verses.

Sejumlah acara yang dibuat oleh penyelenggara JLF, secara longgar bernama JLF International, telah berlangsung di kota-kota lain di seluruh dunia

Ada pemandangan yang tak biasa di kota Jaipur, Ibu kota Negara Bagian Rajasthan, India, yang terkenal dengan julukan Pink City of India. Bukan tanpa alasan, pasalnya sejak tanggal 23 Januari sampai dengan 27 Januari 2020, berlangsung perhelatan literatur akbar Jaipur Literatur Festival (JLF) 2020.

Pertunjukan Literatur di India

Kendati pengunjung harus menghabiskan dana sekitar 300 rupees (sekitar Rp60.000) untuk 1 tiket masuk, antrean Jaipur Literatur Festival (JLF) 2020 tetap membludak dari hari pertama hingga berakhirnya festival.

Berdasarkan keterangan KBRI New Delhi, belum lama ini, acara diselenggarakan di hotel Diggi Palace Hotel di jantung kota Jaipur. Hotel tersebut adalah sebuah bangunan bersejarah peninggalan abad ke-18. Arsitektur Diggi Hotel yang bernuansa klasik Rajasthan dengan paduan warna-warni ukiran unik merefleksikan kedalaman nilai-nilai sejarah dan budaya lokal semakin menambah euforia kemeriahan Jaipur Literatur Festival (JLF) 2020.

Sejak hari pertama, ribuan pengunjung — yang tidak hanya berasal dari India — datang silih berganti memadati area Diggi Palace Hotel yang luasnya hampir 8 hektare.

Tidak hanya menjadi yang terbesar di wilayah Asia Selatan, Jaipur Literatur Festival (JLF) 2020 juga menjadi salah satu festival yang paling ditunggu-tunggu kehadirannya oleh pecinta litaratur dari berbagai belahan dunia. Sekitar 300 narasumber dari dalam dan luar negeri dihadirkan dalam festival ini. Jaipur Literature Festival bahkan disebut-sebut sebagai “The Greatest Literary Show on Earth.”

Jaipur Literatur Festival (JLF) tahun ini merupakan yang ke 13 sejak kali pertama diselenggarakan pada tahun 2006. Panitia acara ini sudah dibentuk setahun sebelumnya.

Menariknya, pengunjung Jaipur Literature Festival (JLF) 2020 justru didominasi kaum muda, baik dari India maupun yang datang dari Asia dan jga Eropa. Tren Ini menunjukkan bahwa ada pergeseran ke arah positif bahwa kaum milenial saat ini menaruh perhatian tinggi dalam upaya revitalisasi dan modernisasi dunia literatur yang sejalan dengan perkembangan global.

Diselenggarakan oleh organisasi non-profit yang menamakan diri Team Work Arts, Jaipur Literatur Festival (JLF) adalah platform literatur terbesar di India yang mempertemukan para tokoh dan pemikir, penyair, penulis lintas generasi, jurnalis, filsuf, novelis, penerbit buku, musisi dan juga ribuan pecinta literatur baik fiksi maupun non-fiksi. Para tokoh ini, datang dari India dan juga luar negeri, bertemu untuk berdiskusi, bertukar informasi, ide dan pengetahuan demi kepentingan eksistensi dan kemajuan literatur global, inklusif dan integral dengan arus kemajuan teknologi masa kini.

Team Work Arts sebagai pihak penyelenggara melibatkan relawan yang masih berstatus pelajar dan mahasiswa dari berbagai universitas di India. Hal tersebut dimaksudkan sebagai media edukasi dan kesempatan untuk memperoleh pengalaman berharga dalam penyelenggaraan acara berskala internasional. Menariknya lagi, semua relawan menggunakan rompi khas Pandit Jawaharlal Nehru berwarna kuning muda itu bertuliskan “May I Help You,” sebuah kalimat sederhana namun menggambarkan antusiasme penyelenggara untuk membantu para pengunjung yang hadir.

Jaipur Literatur Festival (JLF) 2020 menghadirkan narasumber ternama seperti Anand Girigharadas dan Shoba De yang memaparkan topik mengenai urban life, Nobel Laurate Abhijit Banerjee, Makarand Sathe membahas tema Marathi Theatre, jurnalis Ravish Kumar dan Madhur Jaffrey dan tokoh-tokoh penting lainnya, seperti David Wallace yang merupakan sang penulis “The Uninhabitable Earth”, Martin Goodman dan James Thornton yang merupakan penulis buku “Client Earth,” untuk sesi pembahasan mengenai perubahan iklim, polusi dan lingkungan.

Untuk sesi karya literatur fiksi, panitia mendatangkan penulis seperti Leila Slimani, Avni Doshi, Elizabeth Gilbert, John Lancerter dan Howard Jacobson. Tidak ketinggalan, Jaipur Literatur Festival (JLF) juga menghadirkan peneliti dan pakar literatur seperti Stephen Greeblat dan Peter Frankopan, dan beberapa jurnalis ternama, seperti Christina Lamb, Katherine Eban, dan Dexter Filkins, serta biografer Jung Chang dan Benjamin Moser.

Jaipur Literatur Festival (JLF) 2020 juga menghadirkan Jaipur Book Mark sebagai acara samping yang menjadi landasan interaksi para pebisnis industri perbukuan dari berbagai negara seperti penerbit, agen literatur, penulis, penterjemah, agen-agen penterjemah serta penjual buku.

Jaipur Book Mark tidak hanya berbicara seputar bisnis pada sesi-sesi yang relevan dan diskusi roundtable, tapi juga menyediakan atmosfer dan ruang strategis melalui one-on-one meeting yang diharapkan dapat menciptakan kerjasama potensial melalui penandatanganan kesepakatan bisnis di bidang industri perbukuan. Sebagian dari buku-buku yang dibahas pada Jaipur Literatur Festival (JLF) 2020 juga bisa dibeli pada Jaipur Book Mark, yang lokasinya juga di Diggi Palace Hotel.

Menurut Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI New Delhi, Lestyani Yunarsih, yang berkunjung ke Jaipur Literatur Festival (JLF) 2020 di Jaipur bersama Kabag Penilaian dan Pengawasan Buku dari Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbud RI, Supriyatno, JLF adalah ajang literatur global yang sangat strategis untuk diikuti, mengingat banyaknya narasumber papan atas dan kapasitas kegiatan yang sangat besar dengan jumlah pengunjung mencapai 60.000 orang.

Pertunjukan Literatur di India 1

KBRI New Delhi merekomendasikan keikutsertaan Indonesia pada Jaipur Literatur Festival (JLF) mendatang dengan mengusulkan para literer ternama Indonesia untuk menjadi salah satu narasumber di ajang tersebut. Penjajakan partisipasi Indonesia pada Jaipur Literatur Festival (JLF) mendatang sudah dilakukan melalui komunikasi langsung dengan pihak Team Work Arts. Rencana tersebut mendapat tanggapan positif dari pihak panitia dan mengharapkan rekomendasi nama-nama dapat dikirimkan pada akhir bulan Februari 2020.

Ajang Jaipur Literatur Festival (JLF), menurut salah satu ahli literatur Indonesia yang bernama Prof. Dr. Djoko Saryono yang adalah guru besar Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang, dapat dijadikan kesempatan untuk menduniakan sastra Indonesia melalui keikutsertaan dalam acara internasional.

Selain itu, Jaipur Literatur Festival (JLF) juga dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan jaringan oleh tokoh Indonesia dengan para penulis internasional dan tokoh-tokoh lainnya dalam rangka revitalisasi dan penguatan hubungan Indonesia dan India khususnya, seperti yang pernah terjalin pada masa lampau.